5 Cara Memberikan Storytelling Dalam Bisnis

Mari Berbagi

Pemasaran bisnis saat ini harus selalu dipertimbangkan oleh para pelaku bisnis. Karena pasar atau konsumen cepat jenuh dan bosan, membuat para pengusaha mau tidak mau harus kreatif dalam menyajikan konten pemasaran yang tepat dan optimal. Dan salah satu bentuk pemasaran konten terbaru yang dapat Anda sajikan untuk menyentuh konsumen adalah menyajikan penceritaan. Sesuai namanya, cerita ini adalah konten yang dibuat untuk menyajikan promosi merek bisnis yang dibungkus dalam bentuk cerita atau cerita yang menarik. Konsumen sangat suka cerita atau cerita yang menarik dan menyentuh. Sekarang dari sini jika Anda dapat menyajikan konten mendongeng untuk pemasaran, maka bisnis Anda memiliki peluang untuk berhasil. Tetapi bagaimana atau bagaimana menyajikan penceritaan yang tepat dan optimal dalam bisnis? Informasi berikut.

Buat Kisah yang Menyentuh

Kiat pertama untuk menyajikan cerita yang mendukung kesuksesan bisnis adalah menciptakan kisah yang menyentuh. Semua orang akan sangat menyukai kisah-kisah yang bisa menyentuh hatinya. Ketika hatinya tersentuh oleh kisah itu, muncullah emosi. Sekarang jika Anda memiliki target pasar, hati dan emosi, maka hasil pemasaran positif akan lebih mudah dicapai. Untuk dapat menyentuh hati dan emosi konsumen ini maka Anda perlu konten mendongeng yang baik. Untuk menyajikan cerita yang menyentuh, cobalah menggabungkan beberapa aspek kehidupan seperti sosial dan kemanusiaan. Tentu saja selain itu ada aspek dan bidang lain yang juga dapat Anda gunakan untuk membuat konten mendongeng yang menyentuh.

Menyajikan Narasi Unik

Selain menyentuh, untuk dapat membuat konsumen tertarik dan terkesan dengan konten mendongeng, Anda juga harus menyajikan narasi yang unik. Seperti namanya, narasi unik ini harus berbeda dari yang lain. Jadi jangan hanya bercerita, tetapi pastikan konten bercerita Anda memiliki sudut pandang atau sudut pandang sendiri yang jarang ditemukan dalam cerita secara umum. Karena itu harus unik dan berbeda, maka Anda harus bisa melihat konten mendongeng yang ada. Ketika Anda dapat menyajikan narasi yang unik maka pembaca yang sebenarnya adalah pembeli potensial akan merasa sulit untuk melupakan konten pemasaran penceritaan yang Anda buat.

 Termasuk Komponen Visual, Audio dan Kinestetik

Manusia yang memiliki beberapa indera untuk mendukung kehidupan mereka perlu optimis membuat cerita ini. Dengan melibatkan sebanyak indera yang dimiliki oleh manusia, dongeng akan bekerja lebih efektif. Secara umum, keterlibatan indera dalam menangkap pesan didasarkan atau dimotivasi oleh tiga bentuk yaitu visual, audio dan kinestetik. Kemampuan visual jelas merupakan faktor utama yang mendominasi kemampuan manusia untuk menyerap sesuatu, termasuk pesan pemasaran mendongeng. Tetapi jangan lupa aspek atau komponen audio dan kinestetik yang akan lebih melengkapi pengoptimalan konten mendongeng Anda untuk menarik konsumen.

Berikan Kejutan atau Sentuhan Menarik

Selanjutnya, tips tentang penyajian cerita yang optimal untuk pemasaran bisnis adalah memberikan kejutan atau twist yang menarik untuk cerita tersebut. Cerita yang membuat pembaca atau penonton terkejut karena secara tak terduga justru akan menghadirkan kesan tersendiri. Ketika target pasar Anda terkesan dengan cerita Anda, maka merek bisnis Anda akan selalu diingat. Intinya adalah jangan membuat cerita yang membosankan dan juga mudah ditebak. Pelintiran mengejutkan dan menarik ini sendiri tidak harus hanya sekali dan menempatkan di akhir cerita. Tapi Anda juga bisa mempresentasikannya beberapa kali dan itu juga bisa diletakkan di tengah cerita.

Buat Cerita yang Relatable dengan Pemirsa

Kiat-kiat untuk menciptakan konten mendongeng untuk pemasaran bisnis yang efektif adalah dengan menyajikan cerita yang relevan atau berhubungan dengan audiens. Tidak peduli seberapa bagus produk yang Anda miliki akan sia-sia jika Anda menyajikan konten mendongeng yang tidak ada hubungannya dengan audiens. Jadi, pastikan Anda menyajikan cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari audiens Anda atau target pasar. Jika audiens atau target pasar Anda masih muda, maka kisah cinta atau persahabatan akan menjadi contoh untuk dipilih. Tetapi jika Anda menargetkan orang dewasa, maka cinta dan perjuangan dapat menjadi pilihan. Dan jika Anda menargetkan dua lingkaran ini, maka kisah kemanusiaan bisa menjadi pilihan yang disajikan dalam bercerita.


Mari Berbagi