Tutorial Code Igniter: Mengapa memilih menggunakan CodeIgniter

Codelgniter (CI) adalah framework pengembangan apliikas (Application Development Framework) dengan menggunakan suatu kerangka pembuatan program dengan menggunakan PHP. Pengembang dapat langsung menghasilkan program dengan Cepat dengan mengikuti kerangka kerja yang telah disiapkan oleh framework CI ini. Dengan menggunakan framework, kita tidak perlu membuat Program dari awal, tetapi kita sudah diberikan librari fungsi-fungsi yang sudah diorganisasi untuk dapat membuat suatu program dengan cepat Kita hanya perlu memasukkan data yang akan diproses dan bagaimana menampilkannya.

Codeigniter
Codelgniter (CI) adalah framework pengembangan aplikasi (Application Development Framework) dengan menggunakan suatu kerangka untuk bekerja atau membuat program menggunakan PHP yang lebih sistematis. Pemrogram tidak membuat program dari awal (from scracth), karena CI punya sekumpulan librari yang banyak yang diperlukan menyelesaikan pekerjaan yang umum dengan menggunakan antarmuka dan struktur logika yang sederhana untuk mengakses librarinya.

Pemrogram dapat memfokuskan diri pada kode yang harus dibuat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. CI merupakan framework yang memiliki lisensi bebas untuk digunakan, karena menggunakan lisensi open-source Apache/BSD (untuk versi 2.x dan MIT untuk versi 3.x). CI dikembangkan pertama kali oleh Rick Ellis.

Framework CI merupakan framework yang memiliki dokumentasi yang jelas dan lengkap, yang memudahkan pengembang untuk mempelajari dengan mudah. Pendekatan dari CI sangatlah mudah, dari membuat sekadar tulisan sampai dengan yang kompleks dapat didekati dengan mudah. Tidak seperti framework yang lain, untuk mendapatkan tulisan Hello World di browser saja, kita harus menggunakan beberapa tahap. CI cukup dengan satu file dan satu prosedur atau method (di Controller).

Framework CI telah dibahas juga dalam forum IBM dan Oracle untuk pengembangan aplikasi berbasis web dengan menggunakan PHP. Seperti telah diketahui, IBM dan Oracle telah memiliki kerjasama dengan Zend, yang mengembangkan PHP, dengan produk yang dikenal dengan ZendCore for IBM DB2 dan Informix, dan ZendCore for Oracle. Produk ZendCore dipesan khusus oleh kedua perusahaan tersebut, untuk memudahkan pengembangan aplikasi dengan PHP menggunakan database IBM DB2 atau Informix, dan Oracle. Pengembang tidak harus direpotkan atau sulit memasang PHP agar bisa mengakses database-database tersebut.

Bahasan Mendalam di:  Tutorial Code Igniter: Cara Meng-Install Code Igniter

CI dapat digunakan dengan menggunakan server web Apache dan MS IIS. Hanya saja, tidak semua fitur dari CI dapat diimplementasi dengan sempurna di MS IIS, karena CI dirancang dan dikembangkan dengan acuan Apache. Contoh yang pasti adalah penggunaan file .htacess, yang memang hanya milik Apache.

Secara umum, ciri khas CI adalah memberikan dan menyediakan:
➢ suatu framework dengan jejak yang sedikit (small footprint) artinya saat orang mengakses web anda, akan sangat sulit mendeteksi framework yang anda pakai adalah CI. Berbeda dengan framework lain seperti WP atau Zend yang lebih mudah terdeteksi.
➢ kinerja yang bagus (terutama kecepatan loading dan kecepatan proses) yang artinya servernya cukup yg biasa2 saja
kompatibilitas dengan hosting standar yang umum di pasaran dengan perbedaan versi dan konfigurasi
➢ suatu framework yang hampir tidak memerlukan konfigurasi
➢ suatu framework yang tidak memerlukan kita menggunakan baris perintah (command line)
➢ suatu framework yang tidak mengharuskan bekerja dengan aturan pengkodean yang mengikat/membatasi
➢ suatu aturan yang tidak mengharuskan kita dipaksa menggunakan suatu bahasa templating (walaupun CI menyediakan suatu parser untuk template anda boleh tidak menggunakan)
➢ cara untuk menghindarkan kompleksitas dalam membuat program, dengan menyediakan solusi yang sederhana
➢ suatu dokumentasi kerangka kerja yang menyeluruh dan jelas

Fitur Codelgniter

Fitur Standard dari CI:
➢ sistem berbasis Model-View-Controller
➢ benar-benar framework yang ringan
➢ memiliki fitur class database yang mendukung beberapa platform
➢ dukungan database dengan Active Record
➢ form dan validasi data
➢ keamanan danfiltering XSS
➢ manajemen sesi (session management)
➢ class untuk pengiriman email yang mendukung lampiran (attachment), email dengan HTML/Teks, menggunakan berbagai protokol (sendmail, SMTP, dan Mail)
➢ librari manipulasi image (menggunting, mengubah ukuran, memutar, dan lainnya), mendukung GD, ImageMagick, dan NetPBM
➢ class untuk uploadfile
➢ class FTP
➢ Lokalisasi Paginasi
➢ enkripsi data
➢ benchmarking
➢ full page caching
➢ logging error
➢ Profiling aplikasi
➢ class kalendar
➢ class user agent
➢ class encoding zip
➢ class engine template
➢ class trackback
➢ librari XML-RPC
➢ class unit pengujian
➢ URL yang bersahabat dengan Search-engine
➢ Routing URI yang fleksibel
➢ mendukung hook dan ekstensi class
➢ librari fungsi “helper” yang banyak

Bahasan Mendalam di:  CodeIgniter, sebuah Framework PHP yang Cepat dan Ringan

Mengapa Perlu Menggunakan Framework?

DRY (Don’t Repeat Yoursell) adalah suatu konsep yang perlu kita ikuti, yaitu jangan sampai kita melakukan pengulangan pekerjaan dari awal lagi, kalau kita pernah mengerjakannya. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan hasil kerja orang lain, yang memang sesuai dengan kebutuhan kita untuk menyelesaikan masalah. Tentu saja, setelah kita mendapatkan ijin untuk menggunakannya. Dengan konsep DRY ini, maka kita harus bekerja dengan suatu konsep yang lebih baik, agar apa yang telah kita kerjakan, dalam hal ini kode program dari suatu pekerjaan harus dapat digunakan lagi untuk mengerjakan pekerjaan yang lain (code reuse).

Kita tidak perlu melakukan pengulangan pekerjaan yang sama. Kode yang kita buat menjadi dapat digunakan kembali (reusable code). Dengan menggunakan framework, kita tidak perlu membuat program dari awal, tetapi kita sudah diberikan librari fungsi-fungsi yang sudah diorganisasi untuk menyelesaikan suatu program. Kita akan dapat memfokuskan kerja pada penyelesaian masalah, tidak banyak lagi bekerja untuk membuat librari fungsi dan prosedur.

Memang kita diarahkan untuk berpikir dengan kerangka kerja yang telah ditentukan oleh pembuat framework dan perlu learning curve (waktu untuk belajar) namun itu akan terbayar setelah bisa menggunakan framework ini. CI merupakan framework yang memiliki kerangka kerja pembuatan program yang paling fleksibel, hanya menentukan titik awal dari pembuatan programnya, yaitu bergerak dari controller. Kita akan memahami ini setelah kita mencoba membuat program dengan CI.

Baca tentang konsep DRY disini Refs: http://en.wikipedia.org/wild/Don’t_repeat_yourself

Codeigniter Reactor

Sejak versi 2.0, pengembangan CodeIgniter dibuat tidak terlalu otoriter, Rick Ellis yang mengembangkan pertama kali bersama dengan pendukungnya kemudian membentuk suatu tim kecil yang memungkinkan untuk menerima sumbangan kode dari komunitas CodeIgniter agar CodeIgniter dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi. Codelgniter Reactor memungkinkan pengembang yang menggunakan CodeIgniter mengusulkan atau pun mengirimkan kode tambahan atau patch yang memungkinkan bug dapat segera diperbaiki, juga fitur CodeIgniter menjadi bertambah. Dengan adanya reactor ini, maka setiap usulan akan mendapatkan perhatian, karena di dalamnya ada fasilitas voting yang memungkinkan suatu usulan dapat menjadi suatu prioritas untuk dapat disediakan oleh CodeIgniter.

Bahasan Mendalam di:  Tutorial Code Igniter: Latihan Penerapan Konsep MVC pada CodeIgniter 3 (dengan contoh - langsung paham)

Kita dapat menjadi relawan (volunteer) juga untuk memungkinkan terlibat dalam pengembangan dan penyempurnaan CodeIgniter. Versi reactor akan berbeda dengan versi resmi, karena banyak librari yang belum dapat diresmikan sebagai librari resmi uleh CI Team karena issue standard coding, kestabilan maupun kesesuaian dengan fungsi lain.

Framework PHP Lain
Selain CodeIgniter, ada beberapa framework PHP lain yang populer, seperti:
➢ Zend Framework
➢ Symfony
➢ CakePHP
➢ Yii Framework yang dikembangkan dari Prado
➢ Kohana
➢ Vork
➢ Laravel

Kohana merupakan framework yang dikembangkan berdasarkan CodeIgniter, dikembangkan oleh suatu komunitas yang awalnya tidak begitu puas dengan gaya pengembang CodeIgniter yang sulit menerima masukan dari pengembang yang lain sehingga CI dianggap terlalu kaku.

Kohana dikembangkan dengan tujuan untuk lebih mempercepat dan memperbanyak librari yang mendukungnya akan tetapi menurut saya Kohana tidak begitu berhasil untuk menggantikan atau menjadi alternatif dari CI.

Laravel adalah pesaing Framework CI dan berkembang sangat pesat justru karena standard coding yang lebih disiplin dan mendukung caching untuk aplikasi android. Baca overview laravel disini https://en.wikipedia.org/wiki/Laravel. Bagi yang bingung mau belajar CI atau Laravel saya hanya mengusulkan untuk mempelajari keduanya karena anda tidak akan pernah tahu mana yg cocok untuk anda dan project anda selain mencobanya langsung.

 

Mari Berbagi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *